Popularitas penggunaan sistem manajemen transportasi (TMS) masih terus meningkat dalam beberapa tahun terakhir. Namun, penggunaannya belum mencapai titik di mana para profesional menganggapnya sangat diperlukan untuk bisnis mereka. 

Faktanya, penelitian terbaru menunjukkan bahwa hanya sekitar 35 persen pengirim menggunakan TMS untuk mengelola operasional mereka. Dan banyak diantara mereka yang masih menggunakan versi lama dan belum memutuskan untuk meng-upgrade ke versi terbaru.

Namun, sebagian besar perusahaan transportasi memiliki setidaknya sedikit pengetahuan tentang TMS dan sadar bahwa mereka harus mulai menggunakannya di masa mendatang jika ingin terus mengembangkan bisnis. Ketika bisnis pengiriman telah mendunia, maka niscaya hal itu telah tumbuh dalam kompleksitas. Pengirim dan pengangkut saat ini tidak hanya diharapkan menjangkau seluruh penjuru dunia, mereka juga diwajibkan untuk memberikan layanan yang cepat, murah, dan berkualitas tinggi.

Di dunia di mana akses ke informasi waktu nyata sangat penting untuk setiap pengambilan keputusan, pentingnya Sistem Manajemen Transportasi (TMS) untuk bisnis pengiriman saat ini tidak dapat terlalu ditekankan. Sistem manajemen transportasi membantu mengoordinasikan semua titik data dalam jaringan transportasi. 

Pengumpulan data penting, seperti tarif dan pilihan rute, memungkinkan TMS menyajikan data dalam format yang mudah dipahami sehingga manajer logistik membuat keputusan terbaik tentang transportasi.

Sistem manajemen transportasi terbaru yang tersedia di pasar tidak berhenti pada kemampuan pengumpulan dan pelaporan data. Manajer logistik pada saat ini menggunakan sistem manajemen transportasi untuk seluruh operasi pengiriman, yang melibatkan empat proses utama berikut:

1.     Perencanaan dan pengambilan keputusan

Sistem manajemen transportasi memberikan informasi penting secara real time agar profesional perkapalan dapat merencanakan dan membuat keputusan sesuai dengan seperangkat parameter tertentu. Ini termasuk memutuskan antara pilihan operator tentang biaya transportasi, rute yang lebih pendek, dan lebih sedikit pemberhentian di sepanjang jalan.

2.     Pelaksanaan rencana transportasi

TMS membuat alur operasional transportasi menjadi lebih cepat dan lebih mudah dengan cara mengotomatiskan fungsi-fungsi penting seperti penerimaan tarif pengangkut, pengiriman, dan EDI.

3.     Visibilitas

TMS memudahkan manajer logistik untuk memiliki visibilitas kargo di sepanjang jalan sehingga setiap orang yang terlibat, termasuk pelanggan, tahu persis di mana lokasi pengiriman tersebut kapan saja. Manajer logistik memiliki visibilitas ini dari titik A, kedatangan di titik B, bea cukai, serta pembuatan faktur dan pemesanan.

4.     Pengukuran

Sebagian besar TMS memiliki fungsi pelaporan indikator kinerja utama logistik (KPI) yang memudahkan untuk perusahaan dapat senantiasa mengukur kinerja setiap personel.

Rasanya, sudah cukup jelas apa saja perbedaan-perbedaan dalam hal teknis berkat penggunaan TMS dalam alur operasional transportasi. Sekarang, biarkan kami membantu Anda. 

***