Tahun 2020 yang sarat dengan ujian akan segera menutup halaman terakhirnya. Apakah yang sudah Anda persiapkan sebagai pelaku industri logistik menjelang masa post-pandemic di tahun 2021?

Seperti dikutip dari laman Medcom.id, masa pandemi Covid-19 memang telah membuat performa sebagian besar industri menurun, tetapi tidak sepenuhnya demikian untuk sektor industri logistik. Terhitung sejak Maret 2020, industri logistik justru dinilai sangat kuat khususnya terhitung selama enam bulan ke belakang. Hal tersebut dikatakan oleh Head of Research JLL Indonesia James Taylor dalam jumpa pers secara daring di Jakarta, Kamis, 15 Oktober 2020.

Ia juga menambahkan, tangguhnya sektor industri ini tidak hanya terjadi di Indonesia tetapi juga secara luas di Asia Pasifik.

Lalu, bukankah itu artinya Anda sebagai salah satu pelaku di industri ini harus segera mempersiapkan diri memanfaatkan peluang yang semakin besar di tahun 2021? Apa sajakah yang sekiranya harus direncanakan?

Seperti dilansir laman Kompas.com, Founder & Chairman MarkPlus, Inc. Hermawan Kertajaya mengatakan, apapun kondisinya baik tumbuh positif ataupun negatif, setiap bisnis harus bersiap menghadapi masa pasca-pandemi atau post-Covid19. Terutama di kuartal IV dan lebih jauh lagi di tahun 2021.

Rencana apakah yang sebaiknya diaktualisasikan?

Seperti disampaikan pada kesempatan webinar Post Normal Agenda: 2021 & Beyond beberapa waktu lalu, Hermawan menegaskan bahwa cukup dua strategi saja agar bisnis bertahan dan tumbuh, yaitu near cash 2020 dan near future 2021. Near cash artinya memaksimalkan pendapatan (revenue), terutama di kuartal IV-2020. Hal itu nantinya menjadi amunisi pada strategi near future di 2021, yang harus dimanfaatkan sebagai momentum untuk bangkit kembali post Covid-19.

Di samping itu, pemulihan dalam sisi jumlah permintaan atau demand, juga akan membawa masyarakat pada kepercayaan untuk membelanjakan uang mereka kembali. Sekalipun 2020 disebut sebagai masa resesi, ia juga merasa yakin bahwa perputaran produk dan jasa bisa meluas hingga ke luar negeri. Selain itu, akan ada lebih banyak pengusaha berfokus pada pasar lokal.

“Maksimalkan pemasukan di akhir tahun. Carilah kesempatan sebanyak-banyaknya. Agar masuk 2021 atau near future, kita punya modal untuk rebound. Harus digas dan jangan ikut pesimis. Selalu optimis,” pungkas Hermawan.