Mengembangkan bisnis logistik memang cukup menggoda mengingat peluang pasarnya cukup menjanjikan. Ya, bahkan di masa pandemi seperti sekarang ini. Memang, di awal masa pandemi ketika berbagai jalur pengiriman harus terkendala kebijakan lockdown dari pemerintah di berbagai negara di seluruh belahan dunia, bisnis logistik sempat terhenti total. Tapi, tidak perlu waktu lama, bisnis ini kembali menggeliat. Kenapa?

Kebutuhan manusia terus menerus berjalan selama manusia masih bernapas. Kebutuhan atas bahan-bahan pangan, kebutuhan primer lainnya seperti sandang maupun kebutuhan sekunder seperti aksesori, obat-obatan, produk pelengkap seperti produk kecantikan dan masih banyak lagi yang lainnya, adalah jawaban yang paling mudah kita kaitkan dengan kembalinya geliat industri di bidang logistik.

Pada akhirnya, jalur untuk memenuhi permintaan di bidang logistik dibuka kembali. Sebelum orang-orang diizinkan kembali untuk berpergian, ekspedisi barang adalah yang pertama kali dibuka pasca masa kritis pandemi di sekitar bulan April 2020.

Untuk Anda yang terpikir untuk memulai bisnis di bidang jasa logistik, ada 3 pilihan jasa yang dapat diambil sebagai contoh, diantaranya, jasa logistik dengan angkutan darat, jasa logistik dengan kombinasi angkutan darat dan udara atau angkutan darat dan laut, dan yyang ke-3 jasa logistik yang menggunakan angkutan darat, udara dan laut.

Jika Anda termasuk sebagai pemula, sebaiknya Anda memulai dari penggunaan jasa logistik dengan angkutan darat. Jasa logistik yang ditawarkan bisa  dalam bentuk fisik berupa pengiriman barang, namun biasanya margin yang dapat diambil masih sangatlah tipis. Selain itu, bisa masuk ke jasa pergudangan, dan bisa pula masuk ke jasa logistik skala nasional/regional bekerjasama dengan perusahaan ekspedisi.

Alur operasional rumit

Namun, untuk yang terakhir skalanya lebih luas dan tentu saja pengaturannya lebih rumit mengingat tidak mudah untuk melakukan pengiriman barang dari pusat ke daerah apalagi pelosok. Bisnis logistik sangatlah berkaitan dengan  masalah detail, sehingga salah sedikit saja, Anda bisa rugi besar. Karena itu, sinkronisasi antara data fisik dengan data di dalam komputer harus selalu tepat. Dalam bisnis ini, pelaku usaha juga harus mengerti mengenai proses bisnis logistik, memiliki jaringan komputer yang terintegrasi ke seluruh aspek operasional.

Bisnis logistik hampir dibutuhkan semua perusahaan skala kecil maupun besar. Sebagai contoh sederhana, Anda bisa menyasar para pedagang yang membeli barang dalam jumlah cukup besar dari beberapa pusat grosir ternama di Jakarta. Dari sana, seseorang sudah dapat dipastikan akan mengirim barangnya ke target lokasinya masing-masing (retailing logistic). Tentu saja  dalam hal ini dibutuhkan sarana  angkutan pengiriman yang memadai.

Selain itu, khususnya dalam bisnis pengiriman barang, waktu adalah uang. Semakin cepat barang tersebut sampai, berarti semakin tinggi kualitas perusahaan logistik tersebut. Maka dari itu, trik pengusaha logistik dalam berbisnis adalah mencari pola aktivitas perusahaan yang kurang efisien dan memberikan solusi untuk menghemat waktu dalam memenuhi permintaan pengiriman barang. Hal ini juga berarti mengelola administrasi karyawan dengan cara yang lebih efektif pula, agar perusahaan dapat berfokus pada pelayanan pelanggan.

Nah, pada saat inilah dibutuhkan sistem otomasi yang dapat diandalkan. Ketika Anda memutuskan untuk mulai berinvestasi dan berbisnis di bidang logistik, jangan lupa untuk siapkan terlebih dahulu Transport Management System di dalamnya. Inilah kunci utama yang akan memudahkan Anda memulai bisnis ini dan mengembangkannya dengan sangat cepat dan efisien.