Industri logistik digadang-gadang menjadi lahan investasi yang cukup menjanjikan di Indonesia sejak beberapa tahun lalu. Yang paling sederhana, logistik dinilai sebagai tulang punggung perdagangan nasional dan internasional. Tapi, apa sajakah tantangan dalam berinvestasi di bidang yang satu ini?

Yang pertama adalah infrastruktur yang masih belum memadai. Misalnya saja, pengiriman barang dari satu kota ke kota lain di Indonesia masih terbilang tinggi untuk para calon pelanggan. Hal ini dilihat berdasarkan biaya logistik yang masih sangat bervariasi dengan rentang angka 25% dan 30% dari PDB Indonesia. Jika dibandingkan dengan biaya logistik di negara-negara berkembang lainnya, biaya logistik masih setara 5%.

Selain itu, masih kurangnya jaringan komunikasi serta sinergi teknologi informasi juga masih belum dapat diandalkan. Seluruh proses dari rantai pasok logistik merupakan gabungan dari berbagai fungsi, mulai dari transportasi, penyimpanan, pengemasan, distribusi dan masih banyak lagi. Kurangnya budaya digital dan pelatihan masih menjadi tantangan terbesar dari perusahaan transportasi logistik konvensional.

Tapi walaupun begitu, banyak investor yang justru tertarik untuk menggalang dana dalam jumlah besar untuk memajukan industri logistik di Tanah Air. Hal ini salah satunya diprediksi lantaran berkembang pesatnya industri e-commerce, terutama sejak pergerakan dunia digital semakin meningkat seiring terpaan pandemi.

Pada awal tahun 2019, Barito Teknologi dan Kejora InterVEst Growth Fund memimpin investasi sebesar USD50 juta untuk mendukung startup logistik, SiCepat Ekspres.

Sesuai perkembangannya, logistik telah menjadi kunci utama pergerakan ekonomi internet. Logistik memegang peranan utama dalam memastikan pergerakan barang dari penjual hingga kepada pengguna produknya. Dalam prosesnya pun, logistik melibatkan banyak pihak. Inilah beberapa contoh kecil yang juga konkret, mengapa perkembangan logistik sangat menarik minat para penanam modal.

Dalam beberapa tahun mendatang, menurut salah satu investor yang diwawancarai oleh DailySocial.id, sektor teknologi logistik mampu memimpin gelombang ekonomi kawasan dengan sangat pesat. Beberapa pemain industri di bidang ini pun percaya bahwa bisnis ini sangatlah menjanjikan dan mampu menghasilkan arus kas positif bahkan dalam periode yang relatif singkat.