Integrasi data dalam arti yang paling murni adalah tentang pencampuran data secara hati-hati dari berbagai sumber. Sebuah proses penyatuan data dengan tujuan membuatnya lebih komprehensif, lebih berguna dan lebih berharga daripada sebelumnya.

Untuk menjalani proses integrasi yang lancar dan berhasil, ada ‘syarat’ yang harus Anda tahu. Yaitu, Anda harus fleksibel dalam metode dan format pengiriman dan penerimaan data. Bertukar informasi hanya dari satu metode atau format membatasi mitra dagang Anda dan dapat membatasi jumlah data yang tersedia di gudang data.

Pertama, menyangkut integrasi data, yang paling terpenting adalah memutuskan data apa yang Anda inginkan / butuhkan, mitra dagang mana yang memilikinya, dan bagaimana Anda akan mendapatkannya dalam format yang akan diperlukan untuk standardisasi pelaporan dan penggalian data.

Tantangan lainnya adalah, bagaimana Anda menangani masalah berurusan dengan sumber data yang berbeda?

Biasanya, agar TMS mendapatkan elemen data yang relevan, TMS memerlukan integrasi dengan banyak mitra dagang termasuk operator, sistem manajemen PO, sistem ERP pelanggan, WMS, platform visibilitas, sistem akuntansi, penyedia asuransi, TMS / broker lain, dan lainnya. Data dari sumber-sumber ini juga dapat disampaikan dalam berbagai metode dan format.

Pengembangan skema database dan model hubungan entitas untuk menentukan dan menghitung hubungan logis antara entitas data sangatlah diperlukan. Normalisasi data ke penyebut umum terendah dan meningkatkannya akan memungkinkan Anda mengintegrasikan sumber data yang berbeda secara efektif.

Teknologi berbagi data Anda perlu mempertimbangkan antara lain:

  1. Jenis data dan ukuran kumpulan data yang dibagikan.
  2. Layanan dan alat pemrosesan data yang diperlukan untuk memelihara atau menggunakan data
  3. Kemampuan teknis dan keterampilan pengguna data dan penyedia data
  4. Jenis dan tingkat keamanan data dan akses yang diperlukan
  5. Perangkat lunak dan perangkat keras yang dibutuhkan oleh pengguna jaringan
  6. Tingkat upaya dan biaya untuk mengembangkan dan mengoperasikan jaringan pertukaran

Lagi-lagi, jika Anda ingin menjalani integrasi data yang lancar, bersikaplah fleksibel. Jangan terlalu kaku dengan metode komunikasi atau format yang telah Anda terapkan dalam perusahaan selama ini. Mainkan kekuatan mitra dagang Anda dengan memanfaatkan metode yang mereka gunakan yang paling sesuai dengan kebutuhan Anda.

Contohnya, dimana tren saat ini dalam berbagi data operator menggunakan API; Anda harus tahu bahwa tetap penting untuk dapat menggunakan metode tradisional lainnya seperti EDI dan pertukaran file datar untuk kuotasi, tender, pelacakan, dan data faktur karena beberapa operator masih menggunakan EDI vs API.

Tanpa EDI atau bentuk pertukaran data lainnya, Anda akan mengecualikan data dari operator tersebut, meninggalkan kekosongan data yang tidak dapat diterima. Karena metode dan format pertukaran data terus berkembang, strategi yang dapat mengakomodasi berbagai cara untuk mengelola banyak sumber adalah bijaksana.